RSS

Tag Archives: bahan kuliah

Analisis Perkembangan Usaha Bell-Mart

Profil Bel-Mart

Bel-Mart merupakan minimarket yang menjual daging ayam segar maupun olahan. Bel-Mart yang terletak di daerah Bangbarung, Bogor ini dibuka pada bulan Desember 2010. Minimarket ini merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Sierad Produce Tbk. PT Sierad tersebut merupakan perusahaan multinasional yang bergerak dibidang peternakan unggas.

Konsep yang ditawarkan Bel-Mart adalah jaminan penyediaan daging ayam segar berkualitas yang telah tersertifikasi. Hal tersebut didukung sepenuhnya oleh sistem produksi PT Sierad Produce Tbk, mulai dari pembibitan ayam, penggunaan pakan ternak yang berkualitas, hingga sistem pemotongan ayam dengan kualitas baik sesuai standar nasional dan internasional. Seluruh proses pemilihan ayam bibit unggul hingga pemotongan ayam dengan kualitas terbaik dilakukan di rumah pemotongan ayam (RPA) milik PT Sierad Produce di Parung, Bogor. Pabrik seluas 2.148 m2 tersebut memiliki kapasitas pemotongan 8 ribu ekor ayam per jam.

Untuk mempertahankan kualitas produk yang dijual di Bel-Mart, perusahaan ini menerapkan cold chain supply, yaitu sejak dari RPA milik Sierad Produce, di dalam truk pengirim, hingga ke gerai Bel-Mart, produk selalu berada di dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah 6 derajat Celsius. Hal itu dilakukan agar kualitas dan kesehatan ayam tidak rusak terkena bakteri. Bel-Mart juga telah mengantongi sertifikat halal dari MUI dan telah menerapkan ISO 9001:2000 sehingga telah terjamin mutu dan kualitasnya.

Daur Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) Bell Mart

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.

Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.

Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu :

Tahap perkenalan (introduction).

Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

Tahap pertumbuhan (growth).

Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

Tahap kedewasaan (maturity)

Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

Tahap kemunduran (decline)

Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas.

Dengan mengacu pada teori diatas, produk Bel-Mart terletak pada posisi pertumbuhan (growth), hal ini dikarenakan usaha ini telah menggunakan strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat. Bel-Mart telah menyadari betapa pentingnya kualitas produk, sehingga produk didisplay dalam etalase pendingin sehingga sifat parishable produk dapat diminimalisir. Bel-Mart menambah keistimewaan produknya dengan megeluarkan produk-produk baru seperti ayam berbumbu dan beras nasi liwet. Bel-Mart menambahkan model-model baru dan produk-produk penyerta yang bertujuan untuk melindungi dan melengkapi produk utama seperti contoh produk bumbu untuk memasak ayam.

Dalam perkembangannya, Bel-Mart beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising). Saat ini, Bel-Mart mengeluarkan Loyalty Card, kartu tersebut bisa ditukarkan dengan merchandise yang tersedia di Bel-Mart seperti payung cantik, efron, Mug dan lain-lain. Loyalty Card didapatkan dari pembelian produk Bel-Mart minimal Rp 75.000,-.

Bel-Mart merupakan salah satu anak perusahaan dari Sierrad Produce, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam broiler. Bel-Mart sendiri merupakan saluran distribusi dari PT. Sierrad Produce, sehingga pemasaran produk dilakukan oleh Bel-Mart sendiri.

Pengaruh Merek, Ide Awal, dan Kemasan Terhadap Perkambangan Produk

Merk (nama produk)

Bel-Mart adalah reteller dari PT Sierad Produce yang menjual produk olahan dan produk mentah yang berbahan dasar ayam. Untuk merk sendiri adalah Belfoods, dimana belfoods tersebut adalah nama perusahaan yang memproduksinya. Lalu Bel-Mart juga memiliki produk lainnya yang berasal dari supplier lain yang telah melalui kerja sama. Produk-produk tersebut diberi label logo Bel-Mart itu sendiri. Merk (nama produk) Bel-Mart sangat berpengaruh dalam penjualan produk. Produk tersebut memiliki nilai jual dimata konsumen sehingga meningkatkan penjualan. Konsumen juga memiliki kepercayaan terhadap produk tersebut karena telah terjamin mutu dan kualitasnya.

Ide produk

Ide produk tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi terhadap daging ayam. Saat ini masyarakat cenderung lebih memilih produk yang praktis, higienis dan mudah diperoleh khususnya pada masyarakat menengah keatas. Bel-Mart berupaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut dengan menjual produk daging ayam segar maupun olahan. Sedangkan untuk produk lain seperti beras, telur dsb, Bel-Mart menjalin kerja sama dengan supplier lain sebagai pelengkap dari produk utama. Selain itu, Bel-Mart juga merupakan pengembangan usaha dari PT Sierad Produce Tbk khususnya menjadi distributor produk Belfoods.

Kemasan

Bel-Mart memiliki beberapa produk. Setiap produk tersebut memiliki kemasan yang berbeda. Pada produk Belfoods, kemasannya ditentukan oleh PT Sierad Produce yang memproduksi Belfoods. Kemasannya dengan menggunakan plastik berlabel khusus. Sedangkan untuk produk yang berlabel Bel-mart seperti beras, telur dll, kemasannya bekerja sama dengan supplier lain. Kemasan produk disesuaikan dengan karakteristik produk tersebut. Produk yang berupa daging ayam segar dan olahan dikemas menggunakan wadah sterofoam dan di press dengan plastik bening.

Proses Perkembangan Bel-Mart

Tahapan perkembangan produk Bel-Mart :

Ide awal

Ide awal pendirian Bel-Mart diawali dari rutinitas kehidupan kota menuntut pola hidup yang serba cepat dan praktis. Termasuk dalam hal penyajian makanan. Bel Mart memenuhi kebutuhan daging ayam sebagai menu favorit setiap orang. Selain kandungan proteinnya yang tinggi dan berguna untuk kesehatan tubuh, berbagai variasi masakan dan hidangan pun bisa dikreasikan dari daging ayam. Bel Mart dipilih dari daging ayam segar berkualitas tinggi yang sangat berpengaruh dalam cita rasa kelezatan masakan. Selain itu, pendirian Bel-Mart didasarkan pada prinsip Modern Market yang menandakan pasar yang bersih dan hygiens sehingga kualitas daging tetap terjaga, juga mengubah paradigma masyarakat bahwa harga daging di modern market memiliki relatif lebih tinggi dibanding harga daging di Pasar Tradisional.

Syarat Pasar

Dalam memenuhi kepuasan pasar, pendirian Bel-Mart memilih lokasi yang dekat dengan customer. Biasanya pendirian Bel-Mart berdekatan dengan perumahan-perumahan. Daging yang didisplay berumur tidak lebih dari 24 jam, sehingga daging yang didisplay selalu segar tiap harinya. Bel-Mart selalu menjaga kebersihan didalam tokonya sehingga customer iselalu merasa nyaman, dan keramahtamahan staf Bel-Mart terhadap customer yang datang.

Spesifikasi Fungsional

Produk tersebut merupakan produk pangan yang memiliki sifat-sifat pertanian, diantaranya mudah busuk,sehingga dalam penyajian produk Bel-Mart tidak akan lebih dari 24 jam, dan produk yang lebih dari 24 jam tersebut dikembalikan ke pemasok, apabila diketahui kualitas daging menurun bahkan rusak maka daging tersebut dimusnahkan.

Spesifikasi Produk

Bel-Mart tersedia dalam bentuk daging ayam segar, daging ayam olahan, daging ayam yang telah dibumbui, daging ayam siap makan, serta berbagai macam menu bumbu sebagai penunjang penyajian. Tersedia juga bahan masakan olahan daging ayam yang dikhususkan untuk anak-anak. Produk dibuat didasarkan pada kebutuhan para pelanggan yang senang mengkonsumsi daging. Sehingga inovasi sangat dibutuhkan dalam mengembangkan produk.

Review Desain

Produk Bel-Mart telah memenuhi kebutuhan pasar, terutama pasar dengan segmentasi kalangan menengah atas yang sadar akan mutu daging, akan tetapi praktis dalam mendapatkannya.

Pengenalan Produk

Dalam mengenalkan produknya, Bel-Mart melakukan delivery order dalam memudahkan pelanggan untuk mendapatkan produknya tanpa harus datang ke outlet. Akan tetapi Bel-Mart juga menyediakan outlet-outlet untuk menjual dan memperkenalkan produknya kepada pelanggan.

Evaluasi

Dengan memiliki jaringan Belmart, Sierad memiliki kendali penuh atas penjualan produk-produknya, sekaligus membangun alternatif jaringan penjualan selain jalur-jalur yang biasa dipakai oleh mereka (traditional dan modern market). Pilihan bentuk minimarket khusus produk tertentu juga merupakan pilihan tepat, karena bentuk itulah yang paling memungkinkan untuk berkembang di antara jepitan hipermarket dan minimarket,contohnya lihat bagaimana Top Buah dan Total Buah yang masih eksis.Kami melihat Belmart punya peluang besar untuk sukses, karena faktor diferensiasi produk, harga dan layanan sudah terpenuhi. Tinggal bagaimana Belmart mempertahankan konsistensi produk dan layanan, dan juga melakukan komunikasi ke target market tentang diferensiasi mereka.

Pihak yang bertanggung jawab dalam mengembangkan produk dan mengeluarkan produk beserta inovasi yang dimiliki perusahaan adalah Tim Design Produk.

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2013 in Analitical

 

Tags: ,

Analisis Produk PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. merupakan salah satu perusahaan mie instant dan makanan olahan terkemuka di Indonesia yang menjadi salah satu cabang perusahaan yang dimiliki oleh Salim Group. PT Indofood Sukses Makmur (PT ISM), Tbk merupakan produsen mie instan di Indonesia yang memproduksi mie instan dengan 40 citarasa dan beberapa merek. Banyaknya produk mie instan yang beredar di pasaran dan persaingan tingkat produsen yang semakin tinggi, menyebabkan PT ISM, Tbk harus dapat bertahan dengan baik dan meningkatkan daya saing. Salah satu cara meningkatkan daya saing adalah perusahaan harus mengoptimalkan kinerja dari fungsi-fungsi yang ada di perusahaan.

Berdasarkan data PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. (2004-2006), perkembangan produksi mie instan di Indonesia memperlihatkan suatu peningkatan yang positif, walaupun pada tahun 2006 sempat mengalami suatu penurunan produksi. Secara kuantitas, produksi mie instan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dengan tren yang positif. Hal ini menunjukkan suatu prospek yang cukup baik bagi industri mie instan ini pada masa yang akan datang.PT. Indofood Sukses Makmur menjadikan mutu dan kepuasan pelanggan sebagai basis bagi perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen harus diperhatikan oleh produsen karena kebutuhan ini akan senantiasa berubah. Perkembangan produk mie instan yang sudah dianggap sebagai makanan cepat saji dan bahkan sebagai makanan pokok, menyebabkan tingkat persaingan pada industri mie instan ini semakin tinggi.

Proses Produksi di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Proses pembuatan mie instan terdiri dari delapan tahap, yaitu mixing (pencampuran), pressing (pengepresan), slitting (pembentukan untaian), steaming (pengukusan), cutting and folder (pemotongan dan pencetakan), frying (penggorengan), cooling (pendinginan) dan packing (pengemasan). Proses yang terjadi pada setiap tahap adalah:

Mixing atau Pencampuran

Proses mixing adalah proses pencampuran dan pengadukan material-material yang terdiri dari material tepung dan air alkali (campuran antara air dan beberapa ingredient yang ditentukan) sehingga diperoleh adonan yang merata atau homogen. Mutu adonan yang baik adalah yang tidak lembek atau dengan kata lain memiliki kadar air sebesar 32% sampai dengan 34%. Proses pencampuran ini berlangsung kurang lebih selama 15 menit dengan suhu 35oC.

Pressing atau Pengepresan

Selain adonan menjadi homogen, campuran tersebut masuk ke dalam mesin pengepres adonan. Di dalam mesin pengepres, adonan melalui beberapa roll press. Adonan akan mengalami peregangan pada aat dipress dan terjadi relaksasi pada saat keluar dari roll press. Hal ini terjadi beberapa kali pada saat melalui roll press sehingga terbentuk lembaran yang lembut, homogen, elastik, dan tidak terputus dengan ketebalan tertentu. Tebal lembaran yang dihasilkan bergantung dengan jenis mesin yang digunakan. Rataan tebal lembaran yang dihasilkan adalah 1,12 – 1,18 mm.

Slitting atau Pembentukan Untaian

Suatu proses pemotongan lembaran adonan menjadi untaian mie dan kemudian siap dibentuk gelombang mie. Selanjutnya untaian mie tersebut dilewatkan ke dalam suatu laluan berbentuk segi empat yang disebut waving net, sehingga terbentuk gelombang mie yang merata dan terbagi dalam beberapa jalur.

Streaming atau Pengukusan

Proses selanjutnya adalah proses pegukusan untaian mie yang keluar dari slitter  secara kontinu dengan menggunakan stream box atau mesin yang memiliki tekanan uap yang cukup tinggi dengan suhu tertentu. Proses pengukusan akan berlangsung selama dua menit dengan suhu pemanasan ± 65oC. Tujuannya adalah memasak mie mentah menjadi mie dengan sifat fisik padat. Dalam proses streaming ini akan terjadi proses gelatinisasi pati dan koagulasi gluten, yang menyebabkan gelombang mie bersifat tetap dan memiliki tekstur lembut, lunak, elastis, dan terlindungi dari penyerapan minyak yang terlalu banyak pada proses penggorengan atau frying.

Cutting and Folder atau Pemotongan dan Pencetakan

Pemotongan dan pencetakan adalah suatu proses memotong lajur mie pada ukuran tertentu dan melipat menjadi dua bagian sama panjang, kemudian mendistribusikannya ke mangkok penggorengan. Mie dipotong dengan menggunakan alat berupa pisau yang berputar.

Frying atau Penggorengan

Proses penggorengan adalah suatu proses merapikan mie didalam mangkok pengorengan, kemudian merendamnya di dalam media penghantar panas. Dalam hal ini minyak olein atau minyak goreng pada suhu tertentu dalam waktu tertentu. Tujuan dari proses penggorengan adalah untuk mengurangi kadar air dalam mie dan pemantapan pati tergelatinisasi. Kadar air setelah penggorengan adalah 4% sehingga mie menjadi matang, kaku dan awet.

Cooling atau Pendinginan

Ruangan pendingin mie adalah ruangan atau lorong yang terdiri dari sejumlah kipas untuk menghembuskan udara segar ke mie-mie yang dilewatkan dalam ruangan tersebut. Tujuan proses pendinginan adalah untuk mendinginkan mie panas yang keluar dari proses penggorengan hingga diperoleh suhu ± 30°C sebelum dikemas dengan etiket. Dengan diperolehnya suhu mie yang rendah sebelum dikemas maka mie akan lebih awet untuk disimpan dalam etiket selama beberapa waktu dan menghindari penguapan air yang kemudian menempel pada permukaan bagian dalam etiket yang dapat menyebabkan timbulnya jamur. Lamanya proses pendinginan adalah kurang lebih dua menit.

Packing atau Pengemasan

Proses yang terakhir dalam produksi mie adalah pengemasan atau packing. Pengemasan mie adalah proses penyatuan dan pembungkusan mie, bumbu, minyak bumbu dan solid ingredient lainya dengan menggunakan etiket sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan dari proses pengemasan adalah untuk melindungi mie dari kemungkinan-kemungkinan tercemar atau rusak sehingga mie tidak mengalami penurunan mutu ketika sampai kepada konsumen. Setelah dikemas, selanjutnya mie tersebut akan dimasukkan ke dalam karton. Setelah mie dimasukkan ke dalam karton seluruhnya, karton akan direkatkan dan kemudian menuju gudang untuk disalurkan.

Secara Sistematis alur proses produksi mie instan dapat dilihat pada Gambar 1.

 

Gambar 1 Diagram Alur Produksi Mie Instan

Sumber daya yang terlibat dalam proses produksi pembuatan mie instan ini tidak terlalu membutuhkan sumber daya manusia yang terlalu banyak karena pengerjaan produksi dilakukan oleh teknologi mesin sehingga SDM yang dibutuhkan pada proses produksi sebatas pengawas jalannya produksi.

Karakteristik perusahaan dalam melakukan kegiatan produksi yang dimiliki PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. yakni bersifat mass production, yaitu jenis barang yang diproduksi relatif sedikit tetapi dengan volume produksi yang besar, permintaan produk tetap/stabil demikian juga desain produk jarang sekali berubah bentuk dalam jangka waktu pendek atau menengah.

Pengertian dan Perbedaan Barang atau Jasa di PT ISM, Tbk

Produk yang dihasilkan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk yaitu berupa barang setengah jadi. Produk yang dihasilkan salah satunya adalah produk mie instan. Merek-merek Indofood yang sudah mapan dan dikenal seperti Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, dan Mie Telur Cap 3 Ayam. Setiap produk mie instan tersebut memiliki perbedaan atau karakteristik tertentu, misalnya antara produk merek indomie dengan sarimi.

1.  Komposisi

  1. 1.      Komposisi Indomie
  • Mie : Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pemantap (nabati dan natrium tripolifosfat), pengatur keasaman, mineral (zat besi), pewarna (tartrazin CI 19140), antioksidan (TBHQ)
  • Bumbu : Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG) bubuk bawang putih, bubuk bawang bombay, perisa ayam (mengandung penguat rasa dinatrium inosinat dan guanilat), bubuk lada dan vitamin (A, B1, B12, B6, Niasin, Asam Folat dan Pantotenat)
  • Minyak : Minyak sayur dan bawang merah
  • Kecap manis : Gula (mengandung sulfit), air, kedelai, gandum, garam, bumbu dan rempah-rempah, pengawet (natrium benzoat), minyak nabati.
  • Saos cabe : Cabe, air, gula, garam, pengental, pengatur keasaman, bumbu, penguat rasa (mononatrium glutamat, dinatrium inosinat dan guanilat), perisa, pengawet (natrium benzoat dan natrium metabisulfit)
  • Bawang goreng : mengandung antioksidan (TBHQ)
  1. 2.      Komposisi Sarimi
  • Mie : Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pengatur keasaman, pemantap (nabati dan natrium polifosfat), antioksidan (TBHQ), pewarna
  • Bumbu : Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), perisa ayam, bubuk bawang putih, pewarna karamel, bubuk lada dan bubuk cabe.
  • Minyak : Minyak sayur dan bawang merah
  • Kecap manis : Gula (mengandung sulfit), air, kedelai, gandum, garam, bumbu dan rempah-rempah, pengawet (natrium benzoat), minyak nabati.
  • Bahan pelengkap : Sayuran kering

2.   Harga

Dari segi harga, produk antara sarimi dengan indomie berbeda. Produk Indomie memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan produk Sarimi. Produk sarimi memiliki harga yang terjangkau bagi kalangan masyarakat kebawah.

3.   Nilai Gizi

Produk hasil olah Di Indofood adalah Mie Instan. Dengan Brand yaitu Indomie, Supermie, Sarimi dan Sakura. Masing-masing Brand mempunyai karakteristik dan ciri khas yang berbeda-beda. Pada Produk Indomie memiliki nilai gizi yang paling tertinggi dari semua brand, misalnya dalam Indomie Mie instan terdapat mineral seperti Zat besi dan Vitamin. sehingga harga Indomie adalah Mie Instan dengan harga jual tinggi dan untuk sasaran pemakaian biasanya pada kalangan masyarakat menengah keatas. Untuk Brand Supermie, mempunyai kharakteristik seperti terdapat penambahan zat pelembut sehingga cita rasa Supermi semakin Baik. Sarimi adalah produk ketiga dari Indofood yang memiliki spesifikasi untuk masyarakat kalangan menengah kebawah sehingga harga sarimi cukup terjangkau dan terakhir adalah Sakura, seperti sarimi mie Sakura juga didistribusikan untuk kalangan menengah kebawah.

4.   Pemasaran Produk

Produk PT Indofood CBP Sukmes Makmur Noodle Division dibagi menjadi tiga produk yaitu Indomie, Supermi, Sarimi dan Sakura. Keempat produk itu mempunyai segmentasi yang berbeda-beda. Indomie misalnya yang merupakan produk unggulan dari Indofood segmentasinya adalah kelas menengah hingga atas, diikuti oleh Supermi, Sarimi dan yang terakhir Sakura.

Pemasaran produk-produk ini dilakukan menurut segmentasinya. Untuk produk Indomie, Supermie dan Sarimi dipasarkan di seluruh daerah dengan berbagai macam lini masyarakat yang dianggap masih mampu. Pemasarannya dilakukan di Supermarket-supermarket, Mini Market dan Pasar-pasar tradisional, selain itu produk ini juga ada di warung-warung kelontong dan toko-toko kecil. Sedangkan untuk produk Sakura biasanya di pasarkan di warung-warung kecil dan berada di daerah yang masyarakatnya masih memikirkan harga yang murah.

Selain penyetoran langsung ke Pasar, produk Indofood juga sering melakukan kegiatan kemanusiaan yang diselingi dengan bazaar-bazaar produk Indofood yang sangat banyak peminatnya. Selain itu koperasi di dalam pabrik juga menjual barang-barang produksi PT Indofood.

Untuk menarik konsumen terutamadi Supermarket kota besar, Indofood juga memiliki SPG yang siap membantu pemasaran produk.

Output Produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

 Karakteristik Produk

Produk yang dihasilkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. divisi mi instan terdiri dari 2 kelompok besar yaitu :

  1. Bag Noodle, yaitu mie instan dalam kemasan bungkus; dan
  2. Mie telor, yaitu mi yang dalam proses pembuatannya tidak digoreng melainkan dikeringkan.

Produk mie instan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memiliki karakeristik sendiri. Brand name yang digunakan adalah Indomie. Satu bungkus Indomie standard memiliki massa 85 gram, dan terdapat 2 sachet berisi 5 bumbu-bumbuan yang disertakan, yaitu kecap manis, saus sambal, minyak palm, bubuk perasa dan bawang goreng. Indomie juga tersedia dalam versi jumbo dengan massa 120 gram. Indomie memiliki rasa yang sesuai dengan selera orang Indonesia. Indomie pun selalu berusaha memenuhi keinginan konsumen yang semakin banyak, terbukti dengan semakin bertambahnya variasi produk Indomie, mulai dari mie goreng, mie soup, mie regional (mie dengan variasi rasa sesuai dengan masakan tradisional daerah-daerah Indonesia), mie premium, serta mie jumbo.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. divisi noodle merupakan salah satu cabang perusahaan yang dimiliki Salim Group yang memproduksi mie instan. Jenis produk mie instant yang dihasilkan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Bandung dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini

Tabel 3 Produk yang Dihasilkan PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk

NO

PRODUK

JUMLAH VARIAN RASA

1

Indomie

8

2

Indomie Special

2

3

Indomie Vegan

2

4

Indomie Regional Flavor

11

5

Indomie Kriuk

3

6

Indomie Jumbo

2

7

Indomie SQN

6

8

Indomie Paket

4

9

Supermie Reguler

4

10

Supermie Sedaaap

3

11

Supermie Go Series

3

12

Sarimi

6

13

Sarimi Extra Besar

6

14

Sakura

6

15

Intermi

1

16

POP Mie

15

17

Mie Telor

2

18

Anak Mas

2

19

POP Bihun Spesial

4

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. memiliki orientasi pasar, dimana produksi yang dilakukan oleh perusahaan disesuaikan dengan permintaan pasar. Perusahaan selalu berusaha memenuhi kebutuhan konsumen, baik dalam kuantitas maupun kualitas produk. Oleh karena itu, perusahaan selalu mengembangkan inovasi guna memenuhi kepuasan pelanggan, khususnya selera konsumen.

Kualitas dan kuantitas produk

Produk mie instan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selalu memperhatikan aspek kualitas dan kuantitas produknya. Produk PT ISM memiliki kualitas yang tinggi dari segi rasa, packing dll. Hal tersebut terlihat dari bahan-bahan yang digunakan disetiap produknya merupakan bahan pilihan. Tepung terigu yang digunakan merupakan kualitas terbaik dari Bogasari Flour Mils. Rempah-rempah dan bumbu yang terkandung dalam tiap masing-masing rasa indomie yang merupakan pilihan terbaik dari kekayaan alam nusantara dan diproses dengan sangat higienis, proses dengan Standard Internasional, dan teknologi berkualitas tinggi. Tambahan fortifikasi mineral dan vitamin A, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat dan Mineral Zat Besi.

Secara kuantitas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merupakan perusahaan yang memiliki permintaan produk mie instan yang tinggi. Indofood merupakan produsen mie instan terbesar dengan kapasitas produksi 13 milyar bungkus per tahun. Selain itu Indofood juga mempunyai jaringan distribusi terbesar di .Berdasarkan data PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. (2004-2006), perkembangan produksi mie instan di Indonesia memperlihatkan suatu peningkatan yang positif, walaupun pada tahun 2006 sempat mengalami suatu penurunan produksi. Secara kuantitas, produksi mie instan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dengan tren yang positif. Hal ini menunjukkan suatu prospek yang cukup baik bagi industri mie instan ini pada masa yang akan datang. PT. Indofood Sukses Makmur menjadikan mutu dan kepuasan pelanggan sebagai basis bagi perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen harus diperhatikan oleh produsen karena kebutuhan ini akan senantiasa berubah

 Cara Pengemasan

Pengemasan mie adalah proses penyatuan dan pembungkusan mie, bumbu, minyak bumbu dan solid ingredient lainya dengan menggunakan etiket sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan dari proses pengemasan adalah untuk melindungi mie dari kemungkinan-kemungkinan tercemar atau rusak sehingga mie tidak mengalami penurunan mutu ketika sampai kepada konsumen. Setelah dikemas, selanjutnya mie tersebut akan dimasukkan ke dalam karton. Setelah mie dimasukkan ke dalam karton seluruhnya, karton akan direkatkan dan kemudian menuju gudang untuk disalurkan.

Jenis Produk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Produk Barang

Produk yang dihasilkan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk merupakan produk setengah jadi (Work In Process) karena produk yang dihasilkan berupa mie instan. Sebagai salah satu produsen mie instan terbesar didunia, Divisi Mie Instan Indofood senantiasa berada di posisi terdepan dalam industri mi instan Indonesia. Produk yang dihasilkan berkualitas dan memiliki citarasa yang tinggi dengan harga terjangkau. Merek-merek Indofood yang sudah mapan dan dikenal seperti Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, dan Mie Telur Cap 3 Ayam, melayani konsumen dari berbagai kalangan dan usia serta memiliki tingkat kepercayaan dan loyalitas konsumen yang tinggi. Salah satu produk Indofood yang terkenal yaitu Indomie. Indomie pertama kali diluncurkan pada tahun 1982 dan telah merambah banyak negara termasuk Amerika Serikat, Australia, Inggris, Timur Tengah dan China. Produk indomie goreng ini tersedia dalam berbagai varian rasa seperti, mie goreng spesial, mie goreng spesial plus, mie goreng pedas, mie goreng rendang, mie goreng rasa ayam, mie goreng rasa sate dan mie goreng cabe ijo.

Produk Jasa

Produk jasa yang diberikan oleh PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk ini adalah berupa penyediaan tempat penyimpanan barang baik bahan baku maupun barang yang siap dipasarkan. Manfaat dari penyimpanan di gudang ini adalah untuk menyimpan barang yang siap dipasarkan agar tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya. Penyimpanan ini dipantausecara intensif oleh bagian quality control.

Produk jasa selanjutnya dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah berdirinya anak perusahaan bernama PT. Indomarco yang memiliki fungsi distribusi terhadap produk-produk yang diluncurkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur,Tbk. Oleh karena  dalam pendistribusian produk-produk PT. Indofood ini dilakukan oleh PT. Indomarco sendiri, sehingga PT. Indofood Sukses Makmur tidak perlu mengeluarkan biaya pengiriman lagi dan tentunya konsumen tidak perlu mengambil produk pesanan langsung ke pabrik.

PT. Indofood Sukses Makmur,Tbk juga dalam menjalani produksinya mengantisipasi adanya keluhan pelanggan atau customer caranya dengan meningkatkan mutu proses, mutu produk dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu jika terjadi kemungkinan protes atau keluhan dari pelanggan atau customer, PT. Indofood Sukses Makmur juga memnyediakan customer Service dan Call Centre untuk menangani keluhan-keluahan dari pelanggan.

 
2 Comments

Posted by on April 6, 2013 in Analitical

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.