RSS

Analisis Perkembangan Usaha Bell-Mart

06 Apr

Profil Bel-Mart

Bel-Mart merupakan minimarket yang menjual daging ayam segar maupun olahan. Bel-Mart yang terletak di daerah Bangbarung, Bogor ini dibuka pada bulan Desember 2010. Minimarket ini merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Sierad Produce Tbk. PT Sierad tersebut merupakan perusahaan multinasional yang bergerak dibidang peternakan unggas.

Konsep yang ditawarkan Bel-Mart adalah jaminan penyediaan daging ayam segar berkualitas yang telah tersertifikasi. Hal tersebut didukung sepenuhnya oleh sistem produksi PT Sierad Produce Tbk, mulai dari pembibitan ayam, penggunaan pakan ternak yang berkualitas, hingga sistem pemotongan ayam dengan kualitas baik sesuai standar nasional dan internasional. Seluruh proses pemilihan ayam bibit unggul hingga pemotongan ayam dengan kualitas terbaik dilakukan di rumah pemotongan ayam (RPA) milik PT Sierad Produce di Parung, Bogor. Pabrik seluas 2.148 m2 tersebut memiliki kapasitas pemotongan 8 ribu ekor ayam per jam.

Untuk mempertahankan kualitas produk yang dijual di Bel-Mart, perusahaan ini menerapkan cold chain supply, yaitu sejak dari RPA milik Sierad Produce, di dalam truk pengirim, hingga ke gerai Bel-Mart, produk selalu berada di dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah 6 derajat Celsius. Hal itu dilakukan agar kualitas dan kesehatan ayam tidak rusak terkena bakteri. Bel-Mart juga telah mengantongi sertifikat halal dari MUI dan telah menerapkan ISO 9001:2000 sehingga telah terjamin mutu dan kualitasnya.

Daur Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) Bell Mart

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.

Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.

Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu :

Tahap perkenalan (introduction).

Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

Tahap pertumbuhan (growth).

Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

Tahap kedewasaan (maturity)

Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

Tahap kemunduran (decline)

Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas.

Dengan mengacu pada teori diatas, produk Bel-Mart terletak pada posisi pertumbuhan (growth), hal ini dikarenakan usaha ini telah menggunakan strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat. Bel-Mart telah menyadari betapa pentingnya kualitas produk, sehingga produk didisplay dalam etalase pendingin sehingga sifat parishable produk dapat diminimalisir. Bel-Mart menambah keistimewaan produknya dengan megeluarkan produk-produk baru seperti ayam berbumbu dan beras nasi liwet. Bel-Mart menambahkan model-model baru dan produk-produk penyerta yang bertujuan untuk melindungi dan melengkapi produk utama seperti contoh produk bumbu untuk memasak ayam.

Dalam perkembangannya, Bel-Mart beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising). Saat ini, Bel-Mart mengeluarkan Loyalty Card, kartu tersebut bisa ditukarkan dengan merchandise yang tersedia di Bel-Mart seperti payung cantik, efron, Mug dan lain-lain. Loyalty Card didapatkan dari pembelian produk Bel-Mart minimal Rp 75.000,-.

Bel-Mart merupakan salah satu anak perusahaan dari Sierrad Produce, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam broiler. Bel-Mart sendiri merupakan saluran distribusi dari PT. Sierrad Produce, sehingga pemasaran produk dilakukan oleh Bel-Mart sendiri.

Pengaruh Merek, Ide Awal, dan Kemasan Terhadap Perkambangan Produk

Merk (nama produk)

Bel-Mart adalah reteller dari PT Sierad Produce yang menjual produk olahan dan produk mentah yang berbahan dasar ayam. Untuk merk sendiri adalah Belfoods, dimana belfoods tersebut adalah nama perusahaan yang memproduksinya. Lalu Bel-Mart juga memiliki produk lainnya yang berasal dari supplier lain yang telah melalui kerja sama. Produk-produk tersebut diberi label logo Bel-Mart itu sendiri. Merk (nama produk) Bel-Mart sangat berpengaruh dalam penjualan produk. Produk tersebut memiliki nilai jual dimata konsumen sehingga meningkatkan penjualan. Konsumen juga memiliki kepercayaan terhadap produk tersebut karena telah terjamin mutu dan kualitasnya.

Ide produk

Ide produk tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi terhadap daging ayam. Saat ini masyarakat cenderung lebih memilih produk yang praktis, higienis dan mudah diperoleh khususnya pada masyarakat menengah keatas. Bel-Mart berupaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut dengan menjual produk daging ayam segar maupun olahan. Sedangkan untuk produk lain seperti beras, telur dsb, Bel-Mart menjalin kerja sama dengan supplier lain sebagai pelengkap dari produk utama. Selain itu, Bel-Mart juga merupakan pengembangan usaha dari PT Sierad Produce Tbk khususnya menjadi distributor produk Belfoods.

Kemasan

Bel-Mart memiliki beberapa produk. Setiap produk tersebut memiliki kemasan yang berbeda. Pada produk Belfoods, kemasannya ditentukan oleh PT Sierad Produce yang memproduksi Belfoods. Kemasannya dengan menggunakan plastik berlabel khusus. Sedangkan untuk produk yang berlabel Bel-mart seperti beras, telur dll, kemasannya bekerja sama dengan supplier lain. Kemasan produk disesuaikan dengan karakteristik produk tersebut. Produk yang berupa daging ayam segar dan olahan dikemas menggunakan wadah sterofoam dan di press dengan plastik bening.

Proses Perkembangan Bel-Mart

Tahapan perkembangan produk Bel-Mart :

Ide awal

Ide awal pendirian Bel-Mart diawali dari rutinitas kehidupan kota menuntut pola hidup yang serba cepat dan praktis. Termasuk dalam hal penyajian makanan. Bel Mart memenuhi kebutuhan daging ayam sebagai menu favorit setiap orang. Selain kandungan proteinnya yang tinggi dan berguna untuk kesehatan tubuh, berbagai variasi masakan dan hidangan pun bisa dikreasikan dari daging ayam. Bel Mart dipilih dari daging ayam segar berkualitas tinggi yang sangat berpengaruh dalam cita rasa kelezatan masakan. Selain itu, pendirian Bel-Mart didasarkan pada prinsip Modern Market yang menandakan pasar yang bersih dan hygiens sehingga kualitas daging tetap terjaga, juga mengubah paradigma masyarakat bahwa harga daging di modern market memiliki relatif lebih tinggi dibanding harga daging di Pasar Tradisional.

Syarat Pasar

Dalam memenuhi kepuasan pasar, pendirian Bel-Mart memilih lokasi yang dekat dengan customer. Biasanya pendirian Bel-Mart berdekatan dengan perumahan-perumahan. Daging yang didisplay berumur tidak lebih dari 24 jam, sehingga daging yang didisplay selalu segar tiap harinya. Bel-Mart selalu menjaga kebersihan didalam tokonya sehingga customer iselalu merasa nyaman, dan keramahtamahan staf Bel-Mart terhadap customer yang datang.

Spesifikasi Fungsional

Produk tersebut merupakan produk pangan yang memiliki sifat-sifat pertanian, diantaranya mudah busuk,sehingga dalam penyajian produk Bel-Mart tidak akan lebih dari 24 jam, dan produk yang lebih dari 24 jam tersebut dikembalikan ke pemasok, apabila diketahui kualitas daging menurun bahkan rusak maka daging tersebut dimusnahkan.

Spesifikasi Produk

Bel-Mart tersedia dalam bentuk daging ayam segar, daging ayam olahan, daging ayam yang telah dibumbui, daging ayam siap makan, serta berbagai macam menu bumbu sebagai penunjang penyajian. Tersedia juga bahan masakan olahan daging ayam yang dikhususkan untuk anak-anak. Produk dibuat didasarkan pada kebutuhan para pelanggan yang senang mengkonsumsi daging. Sehingga inovasi sangat dibutuhkan dalam mengembangkan produk.

Review Desain

Produk Bel-Mart telah memenuhi kebutuhan pasar, terutama pasar dengan segmentasi kalangan menengah atas yang sadar akan mutu daging, akan tetapi praktis dalam mendapatkannya.

Pengenalan Produk

Dalam mengenalkan produknya, Bel-Mart melakukan delivery order dalam memudahkan pelanggan untuk mendapatkan produknya tanpa harus datang ke outlet. Akan tetapi Bel-Mart juga menyediakan outlet-outlet untuk menjual dan memperkenalkan produknya kepada pelanggan.

Evaluasi

Dengan memiliki jaringan Belmart, Sierad memiliki kendali penuh atas penjualan produk-produknya, sekaligus membangun alternatif jaringan penjualan selain jalur-jalur yang biasa dipakai oleh mereka (traditional dan modern market). Pilihan bentuk minimarket khusus produk tertentu juga merupakan pilihan tepat, karena bentuk itulah yang paling memungkinkan untuk berkembang di antara jepitan hipermarket dan minimarket,contohnya lihat bagaimana Top Buah dan Total Buah yang masih eksis.Kami melihat Belmart punya peluang besar untuk sukses, karena faktor diferensiasi produk, harga dan layanan sudah terpenuhi. Tinggal bagaimana Belmart mempertahankan konsistensi produk dan layanan, dan juga melakukan komunikasi ke target market tentang diferensiasi mereka.

Pihak yang bertanggung jawab dalam mengembangkan produk dan mengeluarkan produk beserta inovasi yang dimiliki perusahaan adalah Tim Design Produk.

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2013 in Analitical

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: